Rabu, 17 Agustus 2016
Selasa, 16 Agustus 2016
MANAJEMEN STRATEGI
A.
PENGERTIAN MANAJEMEN STRATEGI
Manajemen
strategi yang dianggap sebagai satu tipe spesifik dari suatu perencanaan.
Sebagai pemenang dalam dunia bisnis seringkali diartikan mendapat pangsa pasar
(market share) terbesar yang nantinya akan mempunyai kekuatan monopoli atau
minimal perusahaan tersebut menjadi perusahaan berstatus pemimpin atau penentu
harga (price setter atau price leader).
Masing-masing
pihak akan selalu berusaha untuk memenangkan persaingan dan melakukan analisis
tentang kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity),
dan ancaman (threats) satu sama lain. Kelemahan dirinya dan ancaman dari
perusahaan pesaing akan selalu dianalisis dan diantisipasi yang kemudian akan
diperbaiki agar tidak mudah diserang atau ditundukkan oleh perusahaan pesaing.
Inti dari
manajemen strategi adalah memenangkan persaingan. Karena manajemen strategi
selalu berusaha memenangkan persaingan, maka perusahaan harus senantiasa
menganalisis diri dan memperbaiki diri agar tampil lebih baik dari perusahaan
pesaing.
- Strategi adalah pilihan untuk
melakukan aktivitas yang berbeda dengan cara berbeda dari pesaingnya.
- Manajemen
strategi (strategic management) adalah seperangkat keputusan dan
tindakan yang digunakan untuk memformulasikan dan mengimplementasikan
strategi-strategi yang berdaya saing tinggi dan sesuai bagi perusahaan dan
lingkungannya untuk mencapai sasaran organisasi.
B. MANFAAT MANAJEMEN STRATEGI
- Aktivitas
formulasi strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan dalam
menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan.
- Proses
manajemen strategi memberikan hasil keputusan terbaik dikarenakan
interaksi kelompok mengumpulkan berbagai strategi yang lebih besar.
- Keterlibatan
karyawan di dalam formulasi strategi akan dapat memperbaiki pengertian
mereka atas penghargaan produktivitas di dalam setiap perencanaan strategi
dan dengan demikian dapat mempertinggi motivasi kerja mereka.
- Penerapan
manajemen strategi membuat manajemen perusahaan menjadi lebih peka
terhadap ancaman yang datang dari luar perusahaan.
- Hasil
penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang menggunakan konsep manajemen
strategi akan lebih profitable (menguntungkan) dan lebih berhasil
daripada yang tidak menerapkannya.
C. PROSES MANAJEMEN STRATEGI
1.
Menetapkan arah dan misi organisasi
Setiap
organisasi pasti mempunyai visi,misi dan tujuan. Visi, misi dan tujuan ini akan
menentukan arah yang akan dituju oleh organisasi. Tanpa adanya visi, misi, dan
tujuan maka kinerja organisasi akan berjalan acak dan kurang jelas serta mudah
berubah oleh situasi eksternal. Perubahan yang tidak mempunyai visi, misi dan
tujuan seringkali bertindak spontantitas dan kurang sistematis seperti yang
dilakukan oleh pedagang kecil. Tentunya hal ini tidak boleh terjadi bagi suatu
organisasi bisnis (perusahaan) apalagi jika perusahaan tersebut boleh dikatakan
skala menengah dan atas.
2. Memahami
lingkungan internal dan eksternal
Tujuan analisis
lingkungan adalah untuk dapat mengerti dan memahami lingkungan oraganisasi
sehingga manajemen akan dapat melakukan reaksi secara tepat terhadap setiap
perubahan, selain itu agar manajemen mempunyai kemampuan merespon berbagai isu
kritis mengenai lingkungan yang mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap
perusahaan.
Lingkungan
terdiri dari lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Lingkungan eksternal
berada di luar perusahaan sedangkan lingkungan internal berada di dalam
perusahaan.
Lingkungan
eksternal : Memiliki dua variabel yakni peluang (opportunity) dan
ancaman (threats) Terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan tugas dan
lingkungan umum
Lingkungan
internal : Memiliki dua variabel yakni kekuatan (strength) dan kelemahan
(weakness). Mencakup semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan
seperti struktur organisasi perusahaan, budaya perusahaan dan sumber daya.
3.
Memformulasikan strategi
Formulasi
strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai
tujuan perusahaan. Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis,
analisa SWOT: mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan
menetapkan kelemahan dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka
panjang.
Analisa SWOT
SWOT
merupakan singkatan dari strength (kekuatan), weakness (kelemahan),
opportunity (peluang) dan threats (ancaman). Pendekatan ini
mencoba menyeimbangkan kekutaan dan kelemahan internal organisasi dengan
peluang dan ancaman lingkungan eksternal organisasi.
Kekuatan (strength)
adalah suatu
kondisi di mana perusahaan mampu melakukan semua tugasnya secara sangat baik
(diatas rata-rata industri).
Kelemahan (weakness)
adalah
kondisi di mana perusahaan kurang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di
karenakan sarana dan prasarananya kurang mencukupi.
Peluang (opportunity)
adalah suatu
potensi bisnis menguntungkan yang dapat diraih oleh perusahaan yang masih belum
di kuasai oleh pihak pesaing dan masih belum tersentuh oleh pihak manapun.
Ancaman (threats)
adalah suatu
keadaan di mana perusahaan mengalami kesulitan yang disebabkan oleh kinerja
pihak pesaing, yang jika dibiarkan maka perusahaan akan mengalami kesulitan dikemudiaan
hari.
Langganan:
Postingan (Atom)